Skip to content

Linieritas Guru dan Mapel pada Kurikulum Merdeka

Linieritas Guru dan Mapel pada Kurikulum Merdeka

Dalam sistem pendidikan Indonesia, peran guru sangatlah penting dalam menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas. Guru yang memiliki kompetensi yang baik akan mampu menciptakan peserta didik yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Dalam Kurikulum Merdeka, linieritas guru dan mata pelajaran yang diampu diatur secara rinci sesuai dengan ketentuan guru profesional bersertifikat pendidik dan kurikulum yang berlaku.

Ketentuan Linieritas Guru dan Mata Pelajaran di Kurikulum Merdeka

Ketentuan linieritas guru dan mata pelajaran yang diampu di Kurikulum Merdeka dapat ditemukan dalam Lampiran II Kepmendikbudristek No 262/M/2022. Berikut adalah rincian ketentuan tersebut:

1. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)

Guru yang mengampu mata pelajaran IPAS pada SD/MI dapat memiliki kualifikasi akademik atau sertifikat pendidik Guru Kelas SD. Mereka bertanggung jawab dalam mengajar mata pelajaran IPAS kepada peserta didik.

2. Mata Pelajaran IPAS SDLB

Guru yang mengampu mata pelajaran IPAS pada SDLB dapat memiliki kualifikasi akademik atau sertifikat pendidik Guru Kelas Sekolah Luar Biasa (SLB) atau bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)/Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Mereka bertanggung jawab dalam mengajar mata pelajaran IPAS kepada peserta didik dengan kebutuhan khusus.

3. Mata Pelajaran Informatika SMP/MTs dan SMA/MA Kelas X

Guru yang mengampu mata pelajaran Informatika pada SMP/MTs dan SMA/MA Kelas X harus memiliki kualifikasi akademik sarjana atau sertifikat pendidik dalam bidang/keahlian berikut:

  • Ilmu komputer
  • Informatika
  • Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK)
  • Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA)/sains

Mereka bertanggung jawab dalam mengajar mata pelajaran Informatika kepada peserta didik.

4. Mata Pelajaran Informatika Pilihan SMA/MA Kelas XI dan XII

Guru yang mengampu mata pelajaran Informatika Pilihan pada SMA/MA Kelas XI dan XII harus memiliki kualifikasi akademik sarjana atau sertifikat pendidik dalam ilmu komputer atau informatika. Mereka bertanggung jawab dalam mengajar mata pelajaran Informatika kepada peserta didik.

5. Mata Pelajaran IPA SMA/MA Kelas X

Guru yang mengajar mata pelajaran IPA pada struktur kurikulum SMA/MA Kelas X harus memiliki kualifikasi akademik sarjana dan/atau sertifikat pendidik dalam bidang Fisika, Kimia, atau Biologi. Mereka bertanggung jawab dalam mengajar mata pelajaran IPA kepada peserta didik.

6. Mata Pelajaran IPS SMA/MA Kelas X

Guru yang mengajar mata pelajaran IPS pada struktur kurikulum SMA/MA Kelas X harus memiliki kualifikasi akademik sarjana dan/atau sertifikat pendidik dalam bidang Sejarah, Geografi, Ekonomi, atau Sosiologi. Mereka bertanggung jawab dalam mengajar mata pelajaran IPS kepada peserta didik.

7. Mata Pelajaran Seni di SMP/MTs dan SMA/MA

Guru yang mengajar mata pelajaran seni seperti tari, musik, teater, dan rupa di SMP/MTs dan SMA/MA harus memiliki kualifikasi akademik sarjana pendidikan seni atau sarjana seni dan/atau sertifikat pendidik seni budaya. Mereka bertanggung jawab dalam mengajar mata pelajaran seni kepada peserta didik.

8. Mata Pelajaran dalam Struktur Kurikulum SD/MI

Mata pelajaran dalam struktur kurikulum SD/MI, seperti Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan (PJOK), Bahasa Inggris, dan Muatan Lokal, diajarkan oleh guru kelas. Guru kelas tersebut memiliki kompetensi dalam mengajar mata pelajaran yang ditugaskan kepada mereka.

9. Mata Pelajaran Bahasa Inggris pada SD/MI dan SDLB

Mata pelajaran Bahasa Inggris pada struktur kurikulum SD/MI dan SDLB merupakan mata pelajaran pilihan yang dapat diajarkan oleh:

  • Guru kelas yang memiliki kompetensi Bahasa Inggris
  • Guru Bahasa Inggris yang tersedia di SD/MI dan SDLB
  • Guru Bahasa Inggris di SD/MI atau SMP/MTs dan SMPLB terdekat yang ditugaskan dan memiliki beban kerja yang diakui
  • Mahasiswa yang masuk dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka

10. Mata Pelajaran Muatan Lokal pada SD/MI dan SDLB

Mata pelajaran Muatan Lokal pada struktur kurikulum SD/MI dan SDLB merupakan mata pelajaran pilihan yang dapat diajarkan oleh:

  • Guru kelas yang memiliki kompetensi Muatan Lokal
  • Guru Muatan Lokal yang tersedia di SD/MI dan SDLB
  • Guru Muatan Lokal di SD/MI atau SMP/MTs dan SMPLB terdekat yang ditugaskan dan memiliki beban kerja yang diakui
  • Mahasiswa program studi Muatan Lokal (berdasarkan Surat Keputusan Gubernur) yang masuk dalam program Kampus Merdeka

11. Mata Pelajaran Program Kebutuhan Khusus pada SDLB/SMPLB/SMALB

Mata pelajaran Program Kebutuhan Khusus pada struktur kurikulum SDLB/SMPLB/SMALB dapat diajarkan oleh guru pendidikan khusus atau guru mata pelajaran lain yang telah dinilai layak oleh kepala satuan pendidikan. Guru yang ditunjuk sebagai pengajar mata pelajaran ini harus memiliki pelatihan kompetensi program kebutuhan khusus yang terstandar.

Penataan Linieritas Guru pada Kurikulum Merdeka SMK

Selain ketentuan linieritas guru pada kurikulum Merdeka untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, terdapat juga penataan linieritas guru pada Kurikulum Merdeka untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penataan linieritas guru SMK pada Kurikulum Merdeka dapat ditemukan dalam Lampiran II Kepmendikbudristek No 262/M/2022 tentang Kurikulum Merdeka.

Dalam penataan linieritas guru SMK, pertimbangan beban kerja guru dilakukan berdasarkan kebutuhan guru yang sesuai dengan struktur Kurikulum Merdeka. Kepala satuan pendidikan SMK menghitung kebutuhan guru berdasarkan pemenuhan beban kerja dalam struktur Kurikulum Merdeka.

Jika seorang guru tidak dapat memenuhi ketentuan beban kerja minimal 24 jam tatap muka per minggu berdasarkan struktur Kurikulum Merdeka, guru tersebut dapat diberikan tugas tambahan atau tugas tambahan lain yang terkait dengan pendidikan di satuan pendidikan. Tugas tambahan lain ini dapat berupa tugas sebagai koordinator projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Tugas koordinator projek penguatan profil pelajar Pancasila meliputi pengembangan kemampuan kepemimpinan dalam mengelola projek penguatan profil pelajar Pancasila di satuan pendidikan, pengelolaan sistem yang dibutuhkan oleh pendidik sebagai fasilitator projek penguatan profil pelajar Pancasila dan peserta didik, memastikan kolaborasi pembelajaran terjadi di antara para pendidik dari berbagai mata pelajaran, dan memastikan tujuan dan asesmen pembelajaran sesuai dengan capaian profil pelajar Pancasila dan kriteria kesuksesan yang sudah ditetapkan.

Tugas tambahan sebagai koordinator projek penguatan profil pelajar Pancasila dapat diekuivalensikan dengan 2 jam tatap muka per 1 rombongan belajar setiap tahunnya. Hal ini untuk memenuhi beban kerja minimal 24 jam tatap muka per minggu dan maksimal mengampu 3 rombongan belajar.

Jika masih terdapat guru yang belum memenuhi beban kerja minimal 24 jam tatap muka per minggu karena perubahan struktur kurikulum, mereka dapat diakui memenuhi beban kerja tersebut jika pada pelaksanaan pembelajaran menggunakan Kurikulum 2013 telah memenuhi beban kerja minimal 24 jam tatap muka per minggu.

Penataan Linieritas Guru dalam Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

Penataan linieritas guru tidak hanya berlaku untuk jumlah jam tatap muka yang harus dipenuhi, tetapi juga mengacu pada penataan linieritas guru bersertifikat pendidik. Hal ini diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 262/M/2022 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran.

Ketentuan linieritas guru bersertifikat pendidik pada Kurikulum Merdeka mengacu pada penataan linieritas guru bersertifikat pendidik. Informasi lebih lanjut mengenai ketentuan linieritas guru bersertifikat pendidik dapat ditemukan pada Lampiran 2 Surat Edaran Plt. Surat Direktur Pendidikan Profesi Guru Nomor: 0946/B2/GT.00.03/2022 tertanggal 12 April 2022.

Kesimpulan

Linieritas guru dan mata pelajaran yang diampu dalam Kurikulum Merdeka sangat penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Dalam kurikulum ini, terdapat ketentuan yang mengatur linieritas guru dan mata pelajaran yang diampu, baik untuk jenjang SD, SMP, SMA, maupun SMK.

Guru harus memenuhi kualifikasi akademik atau sertifikat pendidik yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Selain itu, penataan linieritas guru juga memperhatikan pemenuhan beban kerja minimal yang ditetapkan. Dengan adanya ketentuan ini, diharapkan proses pembelajaran di Kurikulum Merdeka dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan peserta didik yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

1 thought on “Linieritas Guru dan Mapel pada Kurikulum Merdeka”

  1. Pingback: Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah di PMM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *